Little crazy thing.

Roses are sad, violets are crying.
I'm happy on the outside, but inside I'm dying.

Hehe, lebay deng.
Tapi percaya atau tidak, mengagumi dalam diam memang terasa se-greget itu.
Menginginkan sesuatu yang lebih, tapi tak berani melakukan usaha yang lebih.

Menunggu.
Entah, menunggu untuk apa.
Mungkin hanya itu yang bisa dilakukan.
Namun sayangnya,
Beberapa orang menunggu, beberapa lainnya tidak tahu sedang ditunggu.

Hmmm.

Lalu,
Apa aku harus jadi soal SBMPTN dulu supaya diseriusin kamu?
Apa aku harus jadi petugas SPBU dulu agar kita bisa memulai semuanya dari 0?
Apa aku harus jadi tespek dulu agar jantungmu berdetak lebih cepat ketika melihatku(???)

Hehe.
Bercanda.

Tapi tapi, ada satu yang serius nih.

Roses are red, violets are fine.
If I be the 6, will you be the 9? :  )

Adakala kita.

Adakala kita bersalah,
Allah datangkan sahabat untuk menegur.
Adakala kita betul,
Allah datangkan sahabat yang patut ditegur.
Adakala kita diuji,
Allah datangkan sahabat untuk membantu kita.
Adakala sahabat kita diuji,
Allah beri kekuatan untuk kita bantu dia.

Jadi hargailah sahabat.
Mungkin karena dia, kita ke surga.

— Prof.Dr.Buya Hamka

Semangat!

Dear Shofi,

We don't lose friends.
We just find out who our real ones are.

Dan juga,
Jangan menjadi baik karena orang lain baik, lantas menjadi jahat ketika orang lain jahat.
Jadilah baik karena kamu memang baik.

Dunia ini terlalu luas untuk merasakan luka yang sempit.

Semangat, Shof!❤

Aku.

Aku hanyalah aku, yang mengagumimu dalam diamku.

Mengagumi dalam diam, rasanya cukup menyenangkan.
Tetapi tidak selalu. Terkadang aku pun merasakan rasa sesak.
Entah, setiap kali mengingatmu, ada sepersekian bagian hatiku yang merasa sendu.
Aku bahkan tak tau, bagaimana aku harus menikmati perasaan ini.
Kau, terlalu jauh.
Bahkan sekedar bayanganmu, ekor mataku tak dapat menangkapnya.
Lalu, aku harus bagaimana?
Bagaimana aku harus menghadapi perasaan menyesakkan ini?

Karena aku hanyalah aku, yang kehilanganmu lalu tersedu.

 
unsaid things Blog Design by Ipietoon