Hehe.

Senangnya hati ini.
Hehehehehehehehehehe.

Tak lebih dari semenit.
Tapi aku tetap bersyukur untuk hari ini.
Aku senang.
Aku bersyukur.
Aku ingin sekali hari ini terulang kembali, hehe.

Rasanya tak bosan untuk menulis 'aku senang' di tulisan ini.
Hatiku merekah.
Perasaanku membuncah.
Aku lebay. Hehe.

Hei, semoga akan segera ada 'hari ini' di lain kesempatan ya!
Hehe, nice to see u! : )

Kemungkinan.

Ketika aku tak mengindahkan perasaan ini,
Akan ada dua kemungkinan yang akan terjadi.
Perasaan ini menghilang, atau perasaan ini semakin besar.
Begitu kata kawanku, Shofi.

Tentu, aku tak ingin perasaan ini menguap begitu saja.
Aku masih ingin menahan senyum ketika menangkap bayangmu.
Aku masih ingin menatapmu dengan binar mataku.
Aku.... masih ingin mengagumimu dalam diamku.

Sayangnya,
Untuk mengindahkan perasaan ini, aku tidak tau harus berbuat apa.
Anggaplah aku tak tau bagaimana cara memulai, dan bagaimana cara berjuang.

Siapapun, ajarkan aku jika kalian berkenan.

Little crazy thing.

Roses are sad, violets are crying.
I'm happy on the outside, but inside I'm dying.

Hehe, lebay deng.
Tapi percaya atau tidak, mengagumi dalam diam memang terasa se-greget itu.
Menginginkan sesuatu yang lebih, tapi tak berani melakukan usaha yang lebih.

Menunggu.
Entah, menunggu untuk apa.
Mungkin hanya itu yang bisa dilakukan.
Namun sayangnya,
Beberapa orang menunggu, beberapa lainnya tidak tahu sedang ditunggu.

Hmmm.

Lalu,
Apa aku harus jadi soal SBMPTN dulu supaya diseriusin kamu?
Apa aku harus jadi petugas SPBU dulu agar kita bisa memulai semuanya dari 0?
Apa aku harus jadi tespek dulu agar jantungmu berdetak lebih cepat ketika melihatku(???)

Hehe.
Bercanda.

Tapi tapi, ada satu yang serius nih.

Roses are red, violets are fine.
If I be the 6, will you be the 9? :  )

Adakala kita.

Adakala kita bersalah,
Allah datangkan sahabat untuk menegur.
Adakala kita betul,
Allah datangkan sahabat yang patut ditegur.
Adakala kita diuji,
Allah datangkan sahabat untuk membantu kita.
Adakala sahabat kita diuji,
Allah beri kekuatan untuk kita bantu dia.

Jadi hargailah sahabat.
Mungkin karena dia, kita ke surga.

— Prof.Dr.Buya Hamka

Semangat!

Dear Shofi,

We don't lose friends.
We just find out who our real ones are.

Dan juga,
Jangan menjadi baik karena orang lain baik, lantas menjadi jahat ketika orang lain jahat.
Jadilah baik karena kamu memang baik.

Dunia ini terlalu luas untuk merasakan luka yang sempit.

Semangat, Shof!❤

Aku.

Aku hanyalah aku, yang mengagumimu dalam diamku.

Mengagumi dalam diam, rasanya cukup menyenangkan.
Tetapi tidak selalu. Terkadang aku pun merasakan rasa sesak.
Entah, setiap kali mengingatmu, ada sepersekian bagian hatiku yang merasa sendu.
Aku bahkan tak tau, bagaimana aku harus menikmati perasaan ini.
Kau, terlalu jauh.
Bahkan sekedar bayanganmu, ekor mataku tak dapat menangkapnya.
Lalu, aku harus bagaimana?
Bagaimana aku harus menghadapi perasaan menyesakkan ini?

Karena aku hanyalah aku, yang kehilanganmu lalu tersedu.

 
unsaid things Blog Design by Ipietoon